PP NOMOR 10 TAHUN 1998

PENAMBAHAN PENYERTAAN MODAL NEGARA REPUBLIK INDONESIA EDALAM MODAL SAHAM PERUSAHAAN PERSEROAN (PERSERO) ANGKASA PURA II

Status: BERLAKU (IN FORCE)
Diundangkan: 1998-01-01
Total Pasal: 5 naskah terverifikasi
URN: urn:lex:id:gov:pemerintah_pusat:pp:1998:10
Buka di Peramban Interaktif LexWondera → Bagikan ke WhatsApp

Batang Tubuh & Naskah Pasal Terverifikasi

PASAL 1

BAB I: PENAMBAHAN PENYERTAAN MODAL
Negara Republik Indonesia melakukan penambahan penyertaan modal ke dalam modal saham Perusahaan Perseroan (PERSERO) PT Angkasa Pura II, yang didirikan berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 1992.

PASAL 2

BAB I: PENAMBAHAN PENYERTAAN MODAL
(1) Penambahan penyertaan modal Negara sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 1 berupa fasilitas bandar udara dan keselamatan
penerbangan di:
a. Bandar Udara Soekarno-Hatta;
b. Bandar Udara Supadio-Pontianak;
c. Bandar Udara Sultan Mahmud Badaruddin II - Palembang;
d. Bandar Udara Tabing-Padang;
e. Bandar Udara Simpang Tiga-Pekanbaru;
f.
Bandar Udara Polonia-Medan;
g. Bandar Udara Sultan iskandar Muda-Banda Aceh;
h. Bandar Udara Husein Sastranegara-Bandung;
yang pembangunannya berasal dari :
a. dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara tahun Anggaran
1985/1986,
1990/1991,
1991/1992,
1992/1993,
1993/1994,
1994/1995;
b. dana pinjaman luar negeri tahun 1984, 1988, 1990, dan tahun
1991;
c. dana Kredit Ekspor tahun 1982, 1992, dan tahun 1993.

(2) Nilai penambahan penyertaan modal Negara sebagaimana dimaksud
pada ayat (1) seluruhnya berjumlah Rp 91.150.231.722,77 (sembilan
puluh satu miliar seratus lima puluh juta dua ratus tiga puluh satu
ribu tujuh ratus dua puluh dua rupiah tujuh puluh tujuh sen) dengan
rincian sebagaimana terlampir.
BAB II
PELAKSANAAN PENAMBAHAN
PENYERTAAN MODAL

PASAL 3

BAB II: PELAKSANAAN PENAMBAHAN
Pelaksanaan
penambahan
penyertaan
modal
Negara
sebagaimana
dimaksud dalam Pasal 1 dilakukan menurut ketentuan Undang-Undang
Nomor
1
Tahun
1995
tentang
Perseroan
Terbatas,
dengan
memperhatikan ketentuan yang tercantum dalam Peraturan Pemerintah
Nomor 12 Tahun 1969 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan
Pemerintah Nomor 24 Tahun 1972 dan Peraturan Perundang-undangan
lainnya yang berlaku.
BAB III
KETENTUAN PENUTUP

PASAL 4

BAB III: KETENTUAN PENUTUP
Ketentuan lebih lanjut yang diperlukan bagi pelaksanaan Peraturan
Pemerintah ini diatur oleh Menteri Keuangan dan Menteri Perhubungan
baik secara bersama-sama maupun sendiri-sendiri sesuai dengan bidang
tugasnya masing-masing.

PASAL 5

BAB III: KETENTUAN PENUTUP
Peraturan Pemerintah ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan. Agar … Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Pemerintah ini dengan penempatannya dalam Lembaran Negara Republik Indonesia.