Batang Tubuh & Naskah Pasal Terverifikasi
PASAL 1
BAB I: KETENTUAN UMUM
Yang dimaksud dalam Peraturan Pemerintah ini dengan:
1. Modal Penyertaan adalah sejumlah uang atau barang modal yang
dapat dinilai dengan uang yang ditanamkan oleh Pemodal untuk
menambah dan memperkuat struktur permodalan koperasi dalam
meningkatkan kegiatan usahanya.
2. Pemodal adalah pihak yang menanamkan modal penyertaan pada
koperasi.
3. Koperasi
adalah
koperasi
sebagaimana
dimaksud
dalam
Undang-undang Nomor 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian.
4. Menteri adalah Menteri yang bertanggung jawab dalam pembinaan
dan pengembangan koperasi.
BAB II
SUMBER DAN TATA CARA PEMUPUKAN
MODAL PENYERTAAN
PASAL 2
BAB II: SUMBER DAN TATA CARA PEMUPUKAN
Modal koperasi terdiri dari:
a. modal sendiri;
b. modal pinjaman;
c. modal penyertaan.
Pasal 3 …
PASAL 3
BAB II: SUMBER DAN TATA CARA PEMUPUKAN
Untuk memperkuat struktur permodalan, koperasi dapat memupuk
modal melalui modal penyertaan yang berasal dari:
a. Pemerintah;
b. anggota masyarakat;
c. badan usaha; dan
d. badan-badan lainnya.
PASAL 4
BAB II: SUMBER DAN TATA CARA PEMUPUKAN
Pemupukan modal penyertaan dilakukan berdasarkan perjanjian antara
koperasi dengan Pemodal.
PASAL 5
BAB II: SUMBER DAN TATA CARA PEMUPUKAN
(1) Perjanjian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 sekurang-kurangnya
memuat:
a. nama koperasi dan Pemodal;
b. besarnya modal penyertaan;
c. usaha yang akan dibiayai modal penyertaan;
d. pengelolaan dan pengawasan;
e. hak dan kewajiban Pemodal dan koperasi;
f.
pembagian keuntungan;
g. tata cara pengalihan modal penyertaan yang dimiliki Pemodal
dalam koperasi;
h. penyelesaian perselisihan.
(2) Perjanjian …
(2) Perjanjian sebagaimana dimaksud ayat (1) dibuat secara tertulis.
PASAL 6
BAB II: SUMBER DAN TATA CARA PEMUPUKAN
Untuk memupuk modal penyertaan, koperasi sekurang-kurangnya harus
memenuhi persyaratan sebagai berikut:
a. telah memperoleh status sebagai badan hukum;
b. membuat rencana kegiatan dari usaha yang akan dibiayai modal
penyertaan; dan
c. mendapat persetujuan Rapat Anggota.
BAB III
HAK DAN KEWAJIBAN
PASAL 7
BAB III: HAK DAN KEWAJIBAN
(1) Pemodal turut menanggung resiko dan bertanggung jawab terhadap
kerugian usaha yang dibiayai modal penyertaan sebatas nilai modal
penyertaan yang ditanamkannya dalam koperasi.
(2) Ketentuan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) tidak berlaku
dalam hal Pemodal turut serta dalam pengelolaan usaha yang
dibiayai modal penyertaan dan atau turut menyebabkan terjadinya
kerugian usaha yang dibiayai modal penyertaan tersebut.
PASAL 8
BAB III: HAK DAN KEWAJIBAN
Pemodal berhak memperoleh bagian keuntungan dari usaha yang
dibiayai modal pernyetaan.
BAB IV …
BAB IV
PENGELOLAAN DAN PENGAWASAN
PASAL 9
BAB IV: PENGELOLAAN DAN PENGAWASAN
Penempatan dan pengadministrasian modal penyertaan kepada koperasi:
a. tunggal
usaha
dilaksanakan
dalam
satu
pembukuan
dengan
pembukuan koperasi;
b. serba usaha dilaksanakan dalam masing-masing Unit Usaha Otonom.
PASAL 10
BAB IV: PENGELOLAAN DAN PENGAWASAN
(1) Pemodal dapat diikutsertakan dalam pengelolaan dan pengawasan
kegiatan usaha yang dibiayai modal penyertaan.
(2) Keikutsertaan
Pemodal
dalam
pengelolaan
dan
pengawasan
sebagaimana dimaksud ayat (1) dilaksanakan berdasarkan perjanjian
yang disepakati kedua belah pihak.
PASAL 11
BAB IV: PENGELOLAAN DAN PENGAWASAN
(1) Pengelolaan usaha yang dibiayai modal penyertaan dapat dilakukan
oleh Pengurus atau Pengelola.
(2) Untuk koperasi serba usaha, pengelolaan usaha yang dibiayai modal
penyertaan dilakukan oleh Pengelola.
Pasal 12 …
PASAL 12
BAB IV: PENGELOLAAN DAN PENGAWASAN
(1) Pengurus atau Pengelola sebagaimana dimaksud dalam Pasal 11
menyusun Rencana Kerja dan Anggaran bagi usaha yang dibiayai
modal penyertaan untuk mendapat persetujuan Rapat Anggota.
(2) Dalam penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran sebagaimana
dimaksud
dalam
ayat
(1)
Pengurus
atau
Pengelola
dapat
mengikutsertakan Pemodal.
PASAL 13
BAB IV: PENGELOLAAN DAN PENGAWASAN
(1) Dalam Rapat Anggota, Pengurus dapat mengundang Pemodal untuk
memberikan saran dan pendapat mengenai usaha yang dibiayai oleh
modal penyertaan.
(2) Pemodal tidak mempunyai hak suara dalam Rapat Anggota, dan
tidak turut menentukan kebijaksanaan koperasi secara keseluruhan.
PASAL 14
BAB IV: PENGELOLAAN DAN PENGAWASAN
(1) Pengurus atau Pengelola usaha yang dibiayai modal penyertaan
wajib menyusun laporan tertulis mengenai kegiatannya sebagai
bahan pembahasan dalam Rapat Anggota.
(2) Laporan tertulis sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) wajib
disampaikan pula kepada Pemodal.
(3) Atas …
(3) Atas permohonan tertulis dari Pemodal, Pengurus atau Pengelola
memberi izin kepada Pemodal untuk memeriksa pembukuan usaha
yang dibiayai modal penyertaan, risalah Rapat Anggota yang
berkaitan dengan usaha yang dibiayai modal penyertaan dan daftar
Pemodal.
PASAL 15
BAB IV: PENGELOLAAN DAN PENGAWASAN
Koperasi yang menyelenggarakan usaha yang dibiayai modal penyertaan
wajib menyampaikan laporan berkala kepada Menteri.
BAB V
PENGALIHAN MODAL PENYERTAAN
PASAL 16
BAB V: PENGALIHAN MODAL PENYERTAAN
(1) Pemodal dapat mengalihkan modal penyertaan yang dimilikinya
dalam koperasi.
(2) Modal penyertaan yang akan dialihkan sebagaimana dimaksud dalam
ayat (1) wajib ditawarkan terlebih dahulu kepada Pemodal lain dalam
modal penyertaan atau kepada koperasi, melalui Pengurus atau
Pengelola.
(3) Dalam hal Pemodal lain dalam modal penyertaan atau koperasi tidak
mengambil
alih
bagian
modal
penyertaan
yang
ditawarkan
sebagaimana dimaksud dalam ayat (2), maka modal penyertaan
tersebut dapat ditawarkan kepada pihak lain yang berminat.
BAB VI …
BAB VI
KETENTUAN PERALIHAN
PASAL 17
BAB VI: KETENTUAN PERALIHAN
Koperasi yang telah menyelenggarakan usaha yang dibiayai modal
penyertaan
pada
saat
Peraturan
Pemerintah
ini
berlaku,
tetap
melaksanakan
kegiatannya
dengan
ketentuan
wajib
menyesuaikan
dengan Peraturan Pemerintah ini dalam jangka waktu paling lama 2
(dua) tahun sejak mulai berlakunya Peraturan Pemerintah ini.
BAB VII
KETENTUAN PENUTUP
PASAL 18
BAB VII: KETENTUAN PENUTUP
Ketentuan lebih lanjut yang diperlukan bagi pelaksanaan Peraturan
Pemerintah ini diatur oleh Menteri.
PASAL 19
BAB VII: KETENTUAN PENUTUP
Peraturan Pemerintah ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan. Agar … Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Pemerintah ini dengan penempatannya dalam Lembaran Negara Republik Indonesia.