Batang Tubuh & Naskah Pasal Terverifikasi
PASAL 1
BAB I PENYERTAAN MODAL
Negara Republik Indonesia melakukan penyertaan modal ke dalam modal Bank Pembangunan Daerah Daerah Istimewa Aceh, Bank Pembangunan Daerah Sumatera Utara, Bank Pembangunan Daerah Bengkulu, Bank Pembangunan Daerah Lampung, Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Barat, Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Timur, Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Utara, Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Tengah, Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Barat, Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur, PT Bank LIPPO tbk. dan PT Bank Sembada Artanugroho.
PASAL 2
BAB I PENYERTAAN MODAL
(1) Penyertaan modal Negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 berasal dari kekayaan Negara yang dipisahkan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.
(2) Nilai Penyertaan modal Negara sebagaimana dimaksud dalam ayat
(1) pada Bank Umum dan Bank Pembangunan Daerah di bawah ini adalah:
1. Bank Pembangunan Daerah Daerah Istimewa Aceh, sebesar Rp. 80.945 juta;
2. Bank Pembangunan Daerah Sumatera Utara, sebesar Rp. 259.926 juta;
3. Bank Pembangunan Daerah Bengkulu, sebesar Rp. 6.303 juta;
4. Bank Pembangunan Daerah Lampung, sebesar Rp. 18.580 juta;
5. Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Barat, sebesar Rp.65.919 juta;
6. Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Timur, sebesar Rp.15.973 juta;
7. Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Utara, sebesar Rp.31.849 juta;
8. Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Tengah, sebesar Rp.2.279 juta;
9. Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Barat, sebesar Rp.21.523 juta;
10. Bank Pembangunan Daerah Nusa Tenggara Timur, sebesar Rp.10.823 juta;
11. PT BANK LIPPO tbk., sebesar Rp.3.753.000 juta;
12. PT Bank Sembada Artanugroho, sebesar Rp. 18.461 juta. BAB II PELAKSANAAN PENYERTAAN MODAL
PASAL 3
BAB II PELAKSANAAN PENYERTAAN MODAL
Pelaksanaan penyertaan modal Negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 dilakukan menurut ketentuan Undang-undang Nomor 1 Tahun 1995 tentang Perseroan Terbatas, dengan memperhatikan ketentuan yang tercantum dalam Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 1998 dan peraturan perundang-undangan lainnya yang berlaku. BAB III KETENTUAN PENUTUP
PASAL 4
BAB III KETENTUAN PENUTUP
Terhadap penyertaan modal negara dalam suatu bank sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1, Menteri Keuangan menetapkan:
a. pelaksanaan dan tatacara penyertaan dan divestasi modal negara dalam bank tersebut;
b. pelaksanaan hak - hak Pemerintah berdasarkan penyertaan modal negara pada bank tersebut.
PASAL 5
BAB III KETENTUAN PENUTUP
Ketentuan lebih lanjut yang diperlukan bagi pelaksanaan Peraturan Pemerintah ini ditetapkan oleh Menteri Keuangan.
PASAL 6
BAB III KETENTUAN PENUTUP
Peraturan Pemerintah ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan. Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Pemerintah ini dengan penempatannya dalam Lembaran Negara Republik Indonesia. Ditapkan di Jakarta pada tanggal 18 Januari 1999 , ttd. BACHARUDDIN JUSUF HABIBIE Diundangkan di Jakarta pada tanggal 18 Januari 1999 MENTERI NEGARA SEKRETARIS NEGARA REPUBLIK INDONESIA, ttd. AKBAR TANDJUNG LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 1999 NOMOR 9