Batang Tubuh & Naskah Pasal Terverifikasi
PASAL 1
BAB I: KETENTUAN UMUM
Dalam Perahrran Pemerintah ini yang dimaksud dengan:
1. Hubungan dan kerja sama Kepolisian Negara Republik
Indonesia yang selanjutnya disebut kerja sarna adalah setiap kegiatan yang dilalcukan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia dengan lembaga negara, lembaga pemerintah maupun lembaga non pemerintatr, lembaga organisasi internasional, lembaga organisasi non pemerintah/swadaya masyarakat baik yang berada di dalam maupun di luar negeri, yang dibuat secara tertulis dalam bentuk-bentuk tertentu serta menimbulkan hak dan kewajiban.
2. Kepolisian Negara Republik Indonesia yang selanJutnya dlsebut Polri adalatr Kepollsian Nasional - Vang merupakan satu kesatuan dalam melaksanakan per€ul memellhara keamanan dan keterLiban masyarakat, menegaldran hukum, serta memberikan perllndungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat dalam rangka terpellharanya keamanan dalam negeri.
3. KerJa sama i:eduk adalatr kerJa sama para pihak yang gkan-diJ-adikan sebagat landasan bagi kerJa sama yang berslfat lebih teknis.
4. f.!? sama telaris adalatr Jabaran dari kerJasama lnduk yang bersifat lebth teknis. organisasi arrtar subJek hukr-rm kapasitas untuk
6. Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia yang selanJuhnya disebut Kapolri adarah pimpinan polrl- dai penanggung J awab penyelenggaraan fu ngsi kepolisian.
5. Organlsasi internaslonal adalah pemerintah yang dlakui sebagai lnternasional dan mempunyat membuat perJanJlan tr:ternaslonal. Ke{a sama kelancaran fungslonal, pemblnaan.
PASAL 2
BAB I: KETENTUAN UMUM
diselenggarakan dengan tuJuan
pelaksanaan tugas kepollslan
baik dl bidang operasional
untuk
SCCEITA
maupun
PASAL 3
BAB I: KETENTUAN UMUM
(1) KerJa sama di dalam negeri didasarkan atas prinsip-
prinsip:
a. mengutamakan kepentJngan nasional;
b. keseimbangan;
c. sallng menglrormafl;
d. salng membantu;
e. persamaankedudukan;
f. sallng menguntungkan;
g. mengutamakan kepenttngan umum;
h. memperhatikan hlerarld;
l. partlslpasl;
J. subsidiaritas;
k. sendl-sendi hubungan fungsional;
t. itlkad baik; dan
m. netralltas.
(2) KerJa sama
(2) Ker]a sEuna d.."gT luar negert, selaln memperhatikan
prinsip-prlnslp sebagarmarri aimat ""J;;e; ayat (1),
Juga memperhattkan:
hukum naslonal masing-m4siltg negara; dan
hukum dan kebiasatul trternasional.
BAB II
TtrNA CARA PEI,AI$AAIAAN KER.IA SAN{A
PASAL 4
A
BAB II: TTRNA CARA PEI,AI$AAIAAN KER.IA SAN{A
b.
(1) Kerja sElma dengan pihak-pihak di dalam negeri
dflaksanakan. dengan- lembaga ".g*i-
lembaga
pemerrntatr dan lembaga non pemerintatr/swadaia
masyarakat.
(2) Ker]a sama .d."g1., lembaga sebagalmana dimaksud
pada ayat (l), -meripufl remiaga baik aiGgt"t pusat
maupun daerah.
PASAL 5
BAB II: TTRNA CARA PEI,AI$AAIAAN KER.IA SAN{A
(l) Kerja sama dengan pihak_pihak di luar negeri
dilaksanakan dengan:
^
a. lembaga pemerlntah negara asing;
b. lembagaorganisaslinternasional;
c. lembaga organlsasi non pemerintatr/swadaya
masyarakat.
(2) Kerja sama g.rg-*, pihak_plhak di luar negeri
sebagaimana dimaksud pada ayat (l), dilaksanakan
melalul kerJa szrma - bilateial, ' i.gio"rl, dan
multilateral.
PASAL 6
BAB II: TTRNA CARA PEI,AI$AAIAAN KER.IA SAN{A
5t'lq sama sebagarmana dimaksud daram pasal 4 dan
Pasal 5 dllaksanatan antara laln clalam bidrrd-'
a. tugas operaslonal;
b. kerJa sarna teknik;
c. pendtdlkani dan
d. pelatihan.
PASAL 7
BAB II: TTRNA CARA PEI,AI$AAIAAN KER.IA SAN{A
(1) Pelaksanaan ker]a sama sebagaimana drmaksud
dalam pasal 4 aa' pasar s drbuat dalam bentuk
tertulls yarg menimbulkan hak dan t e*EfUarr.
(2) Ker]a s€rma sebagalmana dimaksud pada ayat (l)
faqat dttuangkan aalam kerJa sarna rnduk dan/atau
ke{a s€rma teknls.
PASAL 8
BAB II: TTRNA CARA PEI,AI$AAIAAN KER.IA SAN{A
Pasal 8
(1) 5erl1 sama Tgq- sebagaimana dimaksud dalam
Pasal Z ayat (2) dibuat ot.t X.p"* -O;;impirean
pihat( terkait.
(2) KerJa.l*a yang bersifat telsds atas suatu kerJa sama
lnduk dapat dibuat oleh unit_unlt/satr..r-trgrrrrr..i
I .qgk"ngan polrt dan plmptnan ,oit f..4a pthak
terkalt.
(3)Ke4a sama ir:duk dan kerJa sama telcris mulai
berlaku dan mengikat selelah air.p"f."ti dan
dttandatangani oleh i*u pthak.
pasal g
Ke{a sama dilaksanakan melalul tahap :
a. pembuatan naskah kerJa s€una;
b. penandatanganan;
c. pengesahan;
d. pertukaran dokumen kerja sama;
:. penyimpanan dokumen lierJa sama; dan
f. soslallsasl.
Pasal lO
Tata cara pemb.r{.., 1.._{" s€rma sebagaimana d.imaksud
dalam Pasal Z, pasal d, Oan pasal g ,"rrrf dengan
ketentuan peraturan penrndang_undangan.
PASAL 11
BAB II: TTRNA CARA PEI,AI$AAIAAN KER.IA SAN{A
(l) Keqla sarna teduk dalam dan luar negert
dltandatangani oleh Kapolrl dan pimpinan pthak
terkait.
(2) Kerja sama teroels dalam dan luar negeri
dita'data,gant . oleh kepala satuan o.g*i"""i di
lingk,ngan polrl dan prmprnan unlt pihak lerkalt.
(3) Penandata,ganan kerJa s€una dengan pihak ruar
1:g.I- s_ebagaimana dimaksud pada iyat tiiaan ayat
(2)' dilal(sanakan setelatr mendapatki" dr..t Kuasa
WLL power) dart Menterl Luar Negeri atas narna
Pemerlntah Republik Indonesla.
PERwIRAB#I.IIIHUBUNG
PASAL 12
BAB II: TTRNA CARA PEI,AI$AAIAAN KER.IA SAN{A
(1) Untuk memperl3"T E.rl" szuna sebagalmana
dlmaksud dalam pasal 4 da; pasal S, aapat Ai"rgl.;i
Perwlra polri sebagal penghubung.
(2) perwira
(2) Perwlra polri sebagatmana dimaksud pada ayat (l)
91o3t ditempatkan -pada lembaga terkait dl daram dan
di luar negeri seiuat dengan kepentlngan tugas
kepoltslan.
(3) Penempatan, perwira porri paga lembaga terkart di
*l*
legeri sebagatmana aimrk."e-;;;a ayat (2),
didasarkan atas keJepakatan.
(4) Penempatan perwira pohr pada rembaga terkait di
T.q negeri sebagatmana Omat<sua pada ayat (2),
dilaksa'akan melalui konsultasi dengan Menteri Luar
Negerl dan s e sual peraturum perundang-undangan.
BAB TV
PEIVYELESAIAN PERSELI SI HAN
BAB V
PERUBAFIAN KER"IA SAMA
BAB VI
PENGAI(HIRAI{ KER^JA SAI,IA
Pasal lS
Ke{a s€una berakhir apabila :
a. dlsepakafl oleh para pihak melalut prosedur yang
dltetapkan dalam kerJa !ama;
PASAL 14
BAB VI: PENGAI(HIRAI{ KER^JA SAI,IA
(1) Perubatran atas ketentua' suatu kerJa sama berdasarkan kesepakatan antara para pidk dalam ke{a sama tersebut.
(2) Perubatran kerJa sama mengikat para prhak merarul tata cara sebagalmana dltetipka'dala; r..a" sama tersebut. pasal 18 99U3P persellsihan yang flmbul dari kerJa s€una, dlselesalkan dengan cara-cara damat atau ,.rdri dengan yang tercantum dalam perJanJtan kerja .*r.- --
b. tuJuan
b. tujuan kerja sama telah tercapai;
c. terdapat perubahan mendasar yang mempengaruhi pelaksanaan kerja sama;
d. salah satu pihak tidak melaksanakan dan/atau melanggar ketentuan kerja sama;
e. dibuat suatu kerja sama baru yang menggantikan kerja sarna lama;
f. muncul norma-norma baru dalam hukum yang berlaku;
g. obyek kerja sama hilang; atau
h. terdapat hal-hal yang merugikan kepentingan nasional.
PASAL 16
BAB VI: PENGAI(HIRAI{ KER^JA SAI,IA
Kerja sarna yang berakhir sebelum waktunya berdasarkan
kesepakatan para pihak, tidak mempengaruhi
penyelesaian setiap pengaturan yang menjadi bagian kerja
sarna dan belum dilaksanakan secara penuh pada saat
berakhirnya kerja sarna tersebut.
BAB VII
KETENTUAN PERALIHAN
PASAL 17
BAB VII: KETENTUAN PERALIHAN
Naskah pasal.
PASAL 18
BAB VI: PENGAI(HIRAI{ KER^JA SAI,IA
99U3P persellsihan yang flmbul dari kerJa s€una, dlselesalkan dengan cara-cara damat atau ,.rdri dengan yang tercantum dalam perJanJtan kerja .*r.- --
b. tuJuan
b. tujuan kerja sama telah tercapai;
c. terdapat perubahan mendasar yang mempengaruhi pelaksanaan kerja sama;
d. salah satu pihak tidak melaksanakan dan/atau melanggar ketentuan kerja sama;
e. dibuat suatu kerja sama baru yang menggantikan kerja sarna lama;
f. muncul norma-norma baru dalam hukum yang berlaku;
g. obyek kerja sama hilang; atau
h. terdapat hal-hal yang merugikan kepentingan nasional. Pasal 16 Kerja sarna yang berakhir sebelum waktunya berdasarkan kesepakatan para pihak, tidak mempengaruhi penyelesaian setiap pengaturan yang menjadi bagian kerja sarna dan belum dilaksanakan secara penuh pada saat berakhirnya kerja sarna tersebut. BAB VII KETENTUAN PERALIHAN Pasal 17 Pada saat berlakunya Peraturan Pemerintah ini, kerja sarna yang sedang berjalan tetap berlaku sampai dengan berakhirnya waktu kerja sama. Pasal 18 Pada saat Peraturan Pemerintah ini mulai berlaku, pembuatan atau pengesahan kerja sama yang masih dalam proses, diselesaikan sesuai dengan ketentuan Peraturan Pemerintah ini. BAB VIII KETENTUAN PENUTUP
PASAL 19
BAB VIII: KETENTUAN PENUTUP
Naskah pasal.
PASAL Z
BAB II: TTRNA CARA PEI,AI$AAIAAN KER.IA SAN{A
ayat (2) dibuat ot.t X.p"* -O;;impirean
pihat( terkait.
(2) KerJa.l*a yang bersifat telsds atas suatu kerJa sama
lnduk dapat dibuat oleh unit_unlt/satr..r-trgrrrrr..i
I .qgk"ngan polrt dan plmptnan ,oit f..4a pthak
terkalt.
(3)Ke4a sama ir:duk dan kerJa sama telcris mulai
berlaku dan mengikat selelah air.p"f."ti dan
dttandatangani oleh i*u pthak.
PASAL g
BAB II: TTRNA CARA PEI,AI$AAIAAN KER.IA SAN{A
Ke{a sama dilaksanakan melalul tahap :
a. pembuatan naskah kerJa s€una;
b. penandatanganan;
c. pengesahan;
d. pertukaran dokumen kerja sama;
:. penyimpanan dokumen lierJa sama; dan
f. soslallsasl.
PASAL lO
BAB II: TTRNA CARA PEI,AI$AAIAAN KER.IA SAN{A
Tata cara pemb.r{.., 1.._{" s€rma sebagaimana d.imaksud
dalam Pasal Z, pasal d, Oan pasal g ,"rrrf dengan
ketentuan peraturan penrndang_undangan.
Pasal I I
(l) Keqla sarna teduk dalam dan luar negert
dltandatangani oleh Kapolrl dan pimpinan pthak
terkait.
(2) Kerja sama teroels dalam dan luar negeri
dita'data,gant . oleh kepala satuan o.g*i"""i di
lingk,ngan polrl dan prmprnan unlt pihak lerkalt.
(3) Penandata,ganan kerJa s€una dengan pihak ruar
1:g.I- s_ebagaimana dimaksud pada iyat tiiaan ayat
(2)' dilal(sanakan setelatr mendapatki" dr..t Kuasa
WLL power) dart Menterl Luar Negeri atas narna
Pemerlntah Republik Indonesla.
PERwIRAB#I.IIIHUBUNG
Pasal L2
(1) Untuk memperl3"T E.rl" szuna sebagalmana
dlmaksud dalam pasal 4 da; pasal S, aapat Ai"rgl.;i
Perwlra polri sebagal penghubung.
(2) perwira
(2) Perwlra polri sebagatmana dimaksud pada ayat (l)
91o3t ditempatkan -pada lembaga terkait dl daram dan
di luar negeri seiuat dengan kepentlngan tugas
kepoltslan.
(3) Penempatan, perwira porri paga lembaga terkart di
*l*
legeri sebagatmana aimrk."e-;;;a ayat (2),
didasarkan atas keJepakatan.
(4) Penempatan perwira pohr pada rembaga terkait di
T.q negeri sebagatmana Omat<sua pada ayat (2),
dilaksa'akan melalui konsultasi dengan Menteri Luar
Negerl dan s e sual peraturum perundang-undangan.
BAB TV
PEIVYELESAIAN PERSELI SI HAN
BAB V
PERUBAFIAN KER"IA SAMA
BAB VI
PENGAI(HIRAI{ KER^JA SAI,IA
PASAL lS
BAB VI: PENGAI(HIRAI{ KER^JA SAI,IA
Ke{a s€una berakhir apabila :
a. dlsepakafl oleh para pihak melalut prosedur yang dltetapkan dalam kerJa !ama; Pasal 14
(1) Perubatran atas ketentua' suatu kerJa sama berdasarkan kesepakatan antara para pidk dalam ke{a sama tersebut.
(2) Perubatran kerJa sama mengikat para prhak merarul tata cara sebagalmana dltetipka'dala; r..a" sama tersebut. pasal 18 99U3P persellsihan yang flmbul dari kerJa s€una, dlselesalkan dengan cara-cara damat atau ,.rdri dengan yang tercantum dalam perJanJtan kerja .*r.- --
b. tuJuan
b. tujuan kerja sama telah tercapai;
c. terdapat perubahan mendasar yang mempengaruhi pelaksanaan kerja sama;
d. salah satu pihak tidak melaksanakan dan/atau melanggar ketentuan kerja sama;
e. dibuat suatu kerja sama baru yang menggantikan kerja sarna lama;
f. muncul norma-norma baru dalam hukum yang berlaku;
g. obyek kerja sama hilang; atau
h. terdapat hal-hal yang merugikan kepentingan nasional. Pasal 16 Kerja sarna yang berakhir sebelum waktunya berdasarkan kesepakatan para pihak, tidak mempengaruhi penyelesaian setiap pengaturan yang menjadi bagian kerja sarna dan belum dilaksanakan secara penuh pada saat berakhirnya kerja sarna tersebut. BAB VII KETENTUAN PERALIHAN Pasal 17 Pada saat berlakunya Peraturan Pemerintah ini, kerja sarna yang sedang berjalan tetap berlaku sampai dengan berakhirnya waktu kerja sama. Pasal 18 Pada saat Peraturan Pemerintah ini mulai berlaku, pembuatan atau pengesahan kerja sama yang masih dalam proses, diselesaikan sesuai dengan ketentuan Peraturan Pemerintah ini. BAB VIII KETENTUAN PENUTUP Pasal 19 Peraturan Pemerintah ini mulai berlaku diundangkan. pada tanggal Agar