PERPRES NOMOR 75 TAHUN 2019

PERUBAHAN ATAS PERATURAN PRESIDEN NOMOR 82 TAHUN 2018 TENTANG JAMINAN KESEHATAN

Status: BERLAKU (IN FORCE)
Diundangkan: 2019-10-24
Total Pasal: 11 naskah terverifikasi
URN: urn:lex:id:gov:presiden:perpres:2019:75
Buka di Peramban Interaktif LexWondera → Bagikan ke WhatsApp

Batang Tubuh & Naskah Pasal Terverifikasi

PASAL I

Beberapa ketentuan dalam Peraturan 82 Tahun 2Ol8 tentang Jaminan Kesehatan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2OL8 Nomor 165) diubah sebagai berikut:

1. Ketentuan Pasal 29 diubah sehingga berbunyi sebagai berikut: Pasal 29

(1) Iuran bagi Peserta PBI Jaminan Kesehatan dan penduduk yang didaftarkan oleh Pemerintah Daerah yaitu sebesar Rp42.000,00 (empat puluh dua ribu rupiah) per orang per bulan.

(2) Besaran Iuran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mulai berlaku pada tanggal 1 Agustus 2079.

2. Ketentuan ayat (2) Pasal 30 diubah, sehingga berbunyi sebagai berikut: Pasal 30

(1) Iuran bagi Peserta PPU yang terdiri atas Pejabat Negara, pimpinan dan anggota Dewan Perwakilan Ralryat Daerah, PNS, Prajurit, Anggota Polri, kepala desa dan perangkat desa, dan Pekerja/pegawai sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (2) huruf h yaitu sebesar 5% (lima persen) dari Gaji atau Upah per bulan.

(2) Iuran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dibayar dengan ketentuan sebagai berikut:

a. 4oh (ernpat persen) dibayar oleh Pemberi Kerja; dan b. 1% (satu persen) dibayar oleh Peserta. A

(3) Kewajiban

(3) Kewajiban Pemberi Kerja dalam membayar Iuran sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf a, dilaksanakan oleh:

a. Pemerintah Pusat untuk Iuran bagi Pejabat Negara, PNS pusat, Prajurit, Anggota Polri, dan Pekerja/pegawai sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (2) huruf h instansi pusat; dan

b. Pemerintah Daerah untuk Iuran bagi kepala daerah dan wakil kepala daerah, pimpinan dan anggota Dewan Perwakilan Ralryat Daerah, PNS daerah, kepala desa dan perangkat desa, dan Pekerja/pegawai sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (2) huruf h instansi daerah.

(4) Iuran sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dibayarkan secara langsung oleh Pemberi Kerja kepada BPJS Kesehatan melalui kas negara kecuali bagi kepala desa dan perangkat desa.

3. Ketentuan ayat (1) dan ayat (2) Pasal 32 diubah, sehingga berbunyi sebagai berikut: Pasal 32

(1) Batas paling tinggi Gaji atau Upah per bulan yang digunakan sebagai dasar perhitungan besaran Iuran bagi Peserta PPU sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (21 yaitu sebesar Rp12.000.000,00 (dua belas juta rupiah).

(2) Batas paling rendah Gaji atau Upah per bulan yang digunakan sebagai dasar perhitungan besaran Iuran bagi Peserta PPU untuk pegawai swasta sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (2) huruf g yaitu sebesar upah minimum kabupaten/kota.

(3) Dalam hal Pemerintah Daerah tidak menetapkan upah minimum kabupaten/ kota maka yang menjadi dasar perhitungan besaran Iuran sebagaimana dimaksud pada ayat (2) yaitu sebesar upah minimum provinsi.

(4) Ketentuan A

(4) Ketentuan batas paling rendah sebagaimana dimaksud pada ayal (2) tidak berlaku bagi Pemberi Kerja yang mendapatkan penangguhan dari kewajiban membayarkan Gaji atau Upah minimum provinsi/kabupaten/kota yang ditetapkan oleh Pemerintah Daerah setempat.

4. Ketentuan ayat (1) Pasal 33 diubah, sehingga berbunyi sebagai berikut: Pasal 33

(1) Gaji atau Upah yang digunakan sebagai dasar perhitungan Iuran bagi Peserta PPU untuk Pejabat Negara, pimpinan dan anggota Dewan Perwakilan Ralryat Daerah, PNS, Prajurit, atau Anggota Polri sebagaimana dimaksud dalam Pasai 30 ayat (1) terdiri atas Gaji atau Upah pokok, tunjangan keluarga, tunjangan jabatan atau tunjangan umum, tunjangan profesi, dan tunjangan kinerja atau tambahan penghasilan bagi PNS daerah.

(2) Gaji atau Upah yang digunakan sebagai dasar perhitungan Iuran bagi Peserta PPU untuk kepala desa dan perangkat desa serta Pekerja/pegawai sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (2) huruf h dihitung berdasarkan penghasilan tetap.

(3) Gaji atau Upah yang digunakan sebagai dasar perhitungan Iuran bagi Peserta PPU selain Peserta sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) terdiri atas Gaji atau Upah pokok dan tunjangan tetap.

(4) T\rnjangan tetap sebagaimana dimaksud pada ayat

(3) merupakan tunjangan yang dibayarkan kepada Pekerja tanpa memperhitungkan kehadiran Pekerja. A

(5) Di antara .

5. Di antara Pasal 33 dan Pasal 34 disisipkan 1 (satu) pasal, yakni Pasal 33A sehingga berbunyi sebagai berikut: Pasal 33A

(1) Ketentuan mengenai komposisi persentase, batas paling tinggi Gaji atau Upah per bulan, dan dasar perhitungan Iuran bagi Peserta PPU untuk Pejabat Negara, PNS pusat, Prajurit, Anggota Polri sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (2) huruf a) huruf c) huruf d, dan huruf e, dan Pekerja/pegawai sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (2) huruf h pada instansi pusat mulai berlaku pada tanggal 1 Oktober 2019.

(2) Ketentuan mengenai:

a. komposisi persentase, batas paling tinggi Gaji atau Upah per bulan, dan dasar perhitungan Iuran bagi Peserta PPU untuk kepala daerah dan wakil kepala daerah, pimpinan dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, PNS daerah, kepala desa dan perangkat desa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (2) huruf a, huruf b, huruf c, dan huruf f, dan Pekerja/pegawai sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (2) huruf h pada instansi daerah; dan

b. batas paling tinggi Gaji atau Upah per bulan bagi Peserta PPU untuk pegawai swasta sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (2) huruf g, mulai berlaku pada tanggal 1 Januari 2O2O.

6. Ketentuan Pasal 34 diubah sehingga berbunyi sebagai berikut: Pasal 34

(1) Iuran bagi Peserta PBPU dan Peserta BP yaitu sebesar:

a. Rp42.OOO,00 (empat puluh dua ribu rupiah) per orang per bulan dengan Manfaat pelayanan di ruang perawatan Kelas III;

b. Rp110.0OO,00 . A

b. Rp110.000,00 (seratus sepuluh ribu rupiah) per orang per bulan dengan Manfaat pelayanan di ruang perawatan Kelas II; atau

c. Rp 160.000,00 (seratus enam puluh ribu rupiah) per orang per bulan dengan Manfaat pelayanan di ruang perawatan Kelas I. (21 Besaran Iuran sebagaimana dimaksud pada ayat

(1) mulai berlaku pada tanggal 1 Januari 2O2O.

7. Di antara Pasal 103 dan Pasal 104 disisipkan 1 (satu) pasai, yakni Pasal 103A sehingga berbunyi sebagai berikut: Pasal 103A

(1) Pemerintah Pusat memberikan bantuan pendanaan Iuran kepada Pemerintah Daerah sebesar Rp19.000,00 (sembilan belas ribu rupiah) per orang per bulan bagi penduduk yang didaftarkan oleh Pemerintah Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (2) terhitung sejak bulan Agustus sampai dengan bulan Desember 2OL9.

(2) Ketentuan lebih lanjut mengenai bantuan pendanaan Iuran sebagaimana dimaksud pada ayat

(1) diatur dengan Peraturan Menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang keuangan.

PASAL II

Naskah pasal.

PASAL 4

ayat (2) huruf h pada instansi pusat mulai
berlaku pada tanggal 1 Oktober 2019.
(2) Ketentuan mengenai:
a. komposisi persentase, batas paling tinggi Gaji
atau Upah per bulan, dan dasar perhitungan
Iuran bagi Peserta PPU untuk kepala daerah
dan wakil kepala daerah, pimpinan dan
anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah,
PNS daerah, kepala desa dan perangkat desa
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (2)
huruf a, huruf b, huruf c, dan huruf f, dan
Pekerja/pegawai sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 4 ayat (2) huruf h pada instansi
daerah; dan
b. batas paling tinggi Gaji atau Upah per bulan
bagi Peserta PPU untuk pegawai swasta
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (2)
huruf g,
mulai berlaku pada tanggal 1 Januari 2O2O.
6. Ketentuan Pasal 34 diubah sehingga berbunyi sebagai
berikut:
Pasal 34
(1) Iuran bagi Peserta PBPU dan Peserta BP yaitu
sebesar:
a. Rp42.OOO,00 (empat puluh dua ribu rupiah)
per orang per bulan dengan Manfaat
pelayanan di ruang perawatan Kelas III;
b. Rp110.0OO,00 .
A

b. Rp110.000,00 (seratus sepuluh ribu rupiah)
per orang per bulan dengan Manfaat
pelayanan di ruang perawatan Kelas II; atau
c. Rp 160.000,00 (seratus enam puluh ribu
rupiah) per orang per bulan dengan Manfaat
pelayanan di ruang perawatan Kelas I.
(21 Besaran Iuran sebagaimana dimaksud pada ayat
(1) mulai berlaku pada tanggal 1 Januari 2O2O.
7. Di antara Pasal 103 dan Pasal 104 disisipkan 1 (satu)
pasai, yakni Pasal 103A sehingga berbunyi sebagai
berikut:
Pasal 103A
(1) Pemerintah Pusat memberikan bantuan pendanaan
Iuran kepada Pemerintah Daerah sebesar
Rp19.000,00 (sembilan belas ribu rupiah) per orang
per bulan bagi penduduk yang didaftarkan oleh
Pemerintah Daerah sebagaimana dimaksud dalam

PASAL 28

Naskah pasal.

PASAL 29

(1) Iuran bagi Peserta PBI Jaminan Kesehatan dan
penduduk yang didaftarkan oleh Pemerintah
Daerah yaitu sebesar Rp42.000,00 (empat puluh
dua ribu rupiah) per orang per bulan.
(2) Besaran Iuran sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
mulai berlaku pada tanggal 1 Agustus 2079.
2. Ketentuan ayat (2) Pasal 30 diubah, sehingga berbunyi
sebagai berikut:

PASAL 30

(1) Iuran bagi Peserta PPU yang terdiri atas Pejabat
Negara, pimpinan dan anggota Dewan Perwakilan
Ralryat Daerah, PNS, Prajurit, Anggota Polri, kepala
desa dan perangkat desa, dan Pekerja/pegawai
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (2)
huruf h yaitu sebesar 5% (lima persen) dari Gaji
atau Upah per bulan.
(2) Iuran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dibayar
dengan ketentuan sebagai berikut:
a. 4oh (ernpat persen) dibayar oleh Pemberi Kerja;
dan
b.
1% (satu persen) dibayar oleh Peserta.
A
(3) Kewajiban

(3) Kewajiban Pemberi Kerja dalam membayar Iuran
sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf a,
dilaksanakan oleh:
a. Pemerintah Pusat untuk Iuran bagi Pejabat
Negara, PNS pusat, Prajurit, Anggota Polri, dan
Pekerja/pegawai sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 4 ayat (2) huruf h instansi pusat;
dan
b. Pemerintah Daerah untuk Iuran bagi kepala
daerah dan wakil kepala daerah, pimpinan dan
anggota Dewan Perwakilan Ralryat Daerah,
PNS daerah, kepala desa dan perangkat desa,
dan Pekerja/pegawai sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 4 ayat (2) huruf h instansi daerah.
(4) Iuran sebagaimana dimaksud pada ayat (3)
dibayarkan secara langsung oleh Pemberi Kerja
kepada BPJS Kesehatan melalui kas negara kecuali
bagi kepala desa dan perangkat desa.
3. Ketentuan ayat (1) dan ayat (2) Pasal 32 diubah,
sehingga berbunyi sebagai berikut:

PASAL 32

(1) Batas paling tinggi Gaji atau Upah per bulan yang
digunakan sebagai dasar perhitungan besaran
Iuran bagi Peserta PPU sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 4 ayat (21 yaitu sebesar
Rp12.000.000,00 (dua belas juta rupiah).
(2) Batas paling rendah Gaji atau Upah per bulan yang
digunakan sebagai dasar perhitungan besaran
Iuran bagi Peserta PPU untuk pegawai swasta
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (2)
huruf g yaitu sebesar upah minimum
kabupaten/kota.
(3) Dalam hal Pemerintah Daerah tidak menetapkan
upah minimum kabupaten/ kota maka yang
menjadi dasar perhitungan besaran Iuran
sebagaimana dimaksud pada ayat (2) yaitu sebesar
upah minimum provinsi.
(4) Ketentuan
A

(4) Ketentuan batas paling rendah sebagaimana
dimaksud pada ayal (2) tidak berlaku bagi Pemberi
Kerja yang mendapatkan penangguhan dari
kewajiban membayarkan Gaji atau Upah minimum
provinsi/kabupaten/kota yang ditetapkan oleh
Pemerintah Daerah setempat.
4. Ketentuan ayat (1) Pasal 33 diubah, sehingga berbunyi
sebagai berikut:

PASAL 33

(1) Gaji atau Upah yang digunakan sebagai dasar
perhitungan Iuran bagi Peserta PPU untuk Pejabat
Negara, pimpinan dan anggota Dewan Perwakilan
Ralryat Daerah, PNS, Prajurit, atau Anggota Polri
sebagaimana dimaksud dalam Pasai 30 ayat (1)
terdiri atas Gaji atau Upah pokok, tunjangan
keluarga, tunjangan jabatan atau tunjangan
umum, tunjangan profesi, dan tunjangan kinerja
atau tambahan penghasilan bagi PNS daerah.
(2) Gaji atau Upah yang digunakan sebagai dasar
perhitungan Iuran bagi Peserta PPU untuk kepala
desa dan perangkat desa serta Pekerja/pegawai
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (2)
huruf h dihitung berdasarkan penghasilan tetap.
(3) Gaji atau Upah yang digunakan sebagai dasar
perhitungan Iuran bagi Peserta PPU selain Peserta
sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2)
terdiri atas Gaji atau Upah pokok dan tunjangan
tetap.
(4) T\rnjangan tetap sebagaimana dimaksud pada ayat
(3) merupakan tunjangan yang dibayarkan kepada
Pekerja tanpa memperhitungkan kehadiran
Pekerja.
A
(5) Di antara .

5. Di antara Pasal 33 dan Pasal 34 disisipkan 1 (satu)
pasal, yakni Pasal 33A sehingga berbunyi sebagai
berikut:

PASAL 33A

(1) Ketentuan mengenai komposisi persentase, batas
paling tinggi Gaji atau Upah per bulan, dan dasar
perhitungan Iuran bagi Peserta PPU untuk Pejabat
Negara, PNS pusat, Prajurit, Anggota Polri
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (2)
huruf a) huruf c) huruf d, dan huruf e, dan
Pekerja/pegawai sebagaimana dimaksud dalam
Pasal 4 ayat (2) huruf h pada instansi pusat mulai
berlaku pada tanggal 1 Oktober 2019.
(2) Ketentuan mengenai:
a. komposisi persentase, batas paling tinggi Gaji
atau Upah per bulan, dan dasar perhitungan
Iuran bagi Peserta PPU untuk kepala daerah
dan wakil kepala daerah, pimpinan dan
anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah,
PNS daerah, kepala desa dan perangkat desa
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (2)
huruf a, huruf b, huruf c, dan huruf f, dan
Pekerja/pegawai sebagaimana dimaksud
dalam Pasal 4 ayat (2) huruf h pada instansi
daerah; dan
b. batas paling tinggi Gaji atau Upah per bulan
bagi Peserta PPU untuk pegawai swasta
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 ayat (2)
huruf g,
mulai berlaku pada tanggal 1 Januari 2O2O.
6. Ketentuan Pasal 34 diubah sehingga berbunyi sebagai
berikut:

PASAL 34

(1) Iuran bagi Peserta PBPU dan Peserta BP yaitu
sebesar:
a. Rp42.OOO,00 (empat puluh dua ribu rupiah)
per orang per bulan dengan Manfaat
pelayanan di ruang perawatan Kelas III;
b. Rp110.0OO,00 .
A

b. Rp110.000,00 (seratus sepuluh ribu rupiah)
per orang per bulan dengan Manfaat
pelayanan di ruang perawatan Kelas II; atau
c. Rp 160.000,00 (seratus enam puluh ribu
rupiah) per orang per bulan dengan Manfaat
pelayanan di ruang perawatan Kelas I.
(21 Besaran Iuran sebagaimana dimaksud pada ayat
(1) mulai berlaku pada tanggal 1 Januari 2O2O.
7. Di antara Pasal 103 dan Pasal 104 disisipkan 1 (satu)
pasai, yakni Pasal 103A sehingga berbunyi sebagai
berikut:

PASAL 103A

(1) Pemerintah Pusat memberikan bantuan pendanaan Iuran kepada Pemerintah Daerah sebesar Rp19.000,00 (sembilan belas ribu rupiah) per orang per bulan bagi penduduk yang didaftarkan oleh Pemerintah Daerah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (2) terhitung sejak bulan Agustus sampai dengan bulan Desember 2OL9.

(2) Ketentuan lebih lanjut mengenai bantuan pendanaan Iuran sebagaimana dimaksud pada ayat

(1) diatur dengan Peraturan Menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang keuangan. Pasal II Peraturan dangkan. A Agar