PERPRES NOMOR 103 TAHUN 2025

PERUBAHAN KEDUA ATAS PERATURAN PRESIDEN NOMOR 140 TAHUN 2024 TENTANG ORGANISASI KEMENTERIAN NEGARA

Status: BERLAKU (IN FORCE)
Diundangkan: 2025-10-07
Total Pasal: 5 naskah terverifikasi
URN: urn:lex:id:gov:presiden:perpres:2025:103
Buka di Peramban Interaktif LexWondera → Bagikan ke WhatsApp

Batang Tubuh & Naskah Pasal Terverifikasi

PASAL I

Beberapa ketentuan dalam Peraturan 140 Tahun 2024 tentang Organisasi Kementerian Negara (Irmbaran Negara Republik Indonesia Tahun 2024 Nomor 250) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan 9O Tahun 2O25 tentang Perubahan atas Peraturan 140 Tahun 2024 tentang Organisasi Kementerian Negara () diubah sebagai berikut: Ketentuan Pasal 2 diubah sehingga berbunyi sebagai berikut: Pasal 2 Kementerian Koordinator dan Kementerian terdiri atas:

1. Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan;

2. Kementerian Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan;

3. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian;

4. Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan;

5. Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan;

6. Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat;

7. Kementerian Koordinator Bidang Pangan;

8. Kementerian Sekretariat Negara;

9. Kementerian Dalam Negeri; SK No270514A

10. Kementerian PRESIOEN REPUBUK INDONESIA

10. Kementerian Luar Negeri; 1 1. Kementerian Pertahanan;

12. Kementerian Agama;

13. Kementerian Haji dan Umrah;

14. Kementerian Hukum;

15. Kementerian Hak Asasi Manusia;

16. Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan;

17. Kementerian Keuangan;

18. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah;

19. Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi;

20. Kementerian Kebudayaan; 2 1. Kementerian Kesehatan; 22, Kementerian Sosial;

23. Kementerian Ketenagakerj aan

24. Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia/ Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia;

25. Kementerian Perindustrian;

26. Kementerian Perdagangan; 2T.Kemenferian Energi dan Sumber Daya Mineral;

28. Kementerian Pekerjaan Umum;

29. Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman;

30. Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal; 3 l. Kementerian Transmigrasi;

32. Kementerian Perhubungan;

33. Kementerian Komunikasi dan Digital;

34. Kementerian Pertanian;

35. Kementerian Kehutanan;

36. Kementerian Kelautan dan Perikanan; SK No270515A

37. Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional;

38. Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional;

39. Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi; 4O. Kementerian Kependudukan dan Keluarga/ Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional;

41. Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup; 42.Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal;

43. Kementerian Koperasi;

44. Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah;

45. Kementerian Pariwisata;

46. Kementerian Ekonomi Ikeatif/ Badan Ekonomi Kreatif;

47. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak; dan

48. Kementerian Pemuda dan Olahraga.

2. Ketentuan ayat (4) Pasal 3 diubah sehingga Pasal 3 berbunyi sebagai berikut: Pasal 3

(1) Kementerian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 angka I sampai dengan angJta 7 merupakan Kementerian Koordinator.

(2) Kementerian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 angka 9 sampai dengan angka 11 Kementerian yang menangani uruszln pemerintahan yang nomenklatur kementeriannya secara tegas disebutkan dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, yang selanjutnya dalam Peraturan . SK No2705t6A

(3) Kementerian REPIIELIK INDONESIA

(3) Kementerian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ang)<a 12 sampai dengan angka 37 merupakan Kementerian yang menangani urusan pemerintahan yang ruang lingkupnya disebutkan dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, yang selanjutnya dalam Peraturan .

(4) Kementerian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 angka 8 dan angka 38 sampai dengan angka 48 merupakan Kementerian yang menangani urusan pemerintahan dalam rangka penajaman, koordinasi, dan sinkronisasi program pemerintah, yang selanjutnya dalam Peraturan I.

3. Ketentuan ayat (21 Pasal 91 diubah sehingga Pasal 91 berbunyi sebagai berikut: Pasal 91

(1) Penataan organisasi pemerintahan dilakukan berdasarkan evaluasi kelembagaan dan analisis kebutuhan organisasi.

(2) Evaluasi kelembagaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan paling sedikit 2 (dua) tahun sekali.

(3) Ketentuan lebih lanjut mengenai evaluasi kelembagaan diatur dalam Peraturan Menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang aparatur negara.

PASAL II

Naskah pasal.

PASAL 2

Kementerian Koordinator dan Kementerian terdiri atas:

1. Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan;

2. Kementerian Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan;

3. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian;

4. Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan;

5. Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan;

6. Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat;

7. Kementerian Koordinator Bidang Pangan;

8. Kementerian Sekretariat Negara;

9. Kementerian Dalam Negeri; SK No270514A

10. Kementerian PRESIOEN REPUBUK INDONESIA

10. Kementerian Luar Negeri; 1 1. Kementerian Pertahanan;

12. Kementerian Agama;

13. Kementerian Haji dan Umrah;

14. Kementerian Hukum;

15. Kementerian Hak Asasi Manusia;

16. Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan;

17. Kementerian Keuangan;

18. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah;

19. Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi;

20. Kementerian Kebudayaan; 2 1. Kementerian Kesehatan; 22, Kementerian Sosial;

23. Kementerian Ketenagakerj aan

24. Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia/ Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia;

25. Kementerian Perindustrian;

26. Kementerian Perdagangan; 2T.Kemenferian Energi dan Sumber Daya Mineral;

28. Kementerian Pekerjaan Umum;

29. Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman;

30. Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal; 3 l. Kementerian Transmigrasi;

32. Kementerian Perhubungan;

33. Kementerian Komunikasi dan Digital;

34. Kementerian Pertanian;

35. Kementerian Kehutanan;

36. Kementerian Kelautan dan Perikanan; SK No270515A

37. Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional;

38. Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional;

39. Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi; 4O. Kementerian Kependudukan dan Keluarga/ Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional;

41. Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup; 42.Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal;

43. Kementerian Koperasi;

44. Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah;

45. Kementerian Pariwisata;

46. Kementerian Ekonomi Ikeatif/ Badan Ekonomi Kreatif;

47. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak; dan

48. Kementerian Pemuda dan Olahraga.

2. Ketentuan ayat (4) Pasal 3 diubah sehingga Pasal 3 berbunyi sebagai berikut:

PASAL 3

(1) Kementerian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 angka I sampai dengan angJta 7 merupakan Kementerian Koordinator.

(2) Kementerian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 angka 9 sampai dengan angka 11 Kementerian yang menangani uruszln pemerintahan yang nomenklatur kementeriannya secara tegas disebutkan dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, yang selanjutnya dalam Peraturan . SK No2705t6A

(3) Kementerian REPIIELIK INDONESIA

(3) Kementerian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ang)<a 12 sampai dengan angka 37 merupakan Kementerian yang menangani urusan pemerintahan yang ruang lingkupnya disebutkan dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, yang selanjutnya dalam Peraturan .

(4) Kementerian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 angka 8 dan angka 38 sampai dengan angka 48 merupakan Kementerian yang menangani urusan pemerintahan dalam rangka penajaman, koordinasi, dan sinkronisasi program pemerintah, yang selanjutnya dalam Peraturan I.

3. Ketentuan ayat (21 Pasal 91 diubah sehingga Pasal 91 berbunyi sebagai berikut:

PASAL 91

(1) Penataan organisasi pemerintahan dilakukan berdasarkan evaluasi kelembagaan dan analisis kebutuhan organisasi.

(2) Evaluasi kelembagaan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan paling sedikit 2 (dua) tahun sekali.

(3) Ketentuan lebih lanjut mengenai evaluasi kelembagaan diatur dalam Peraturan Menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang aparatur negara. Pasal II Peraturan . mulai berlaku pada tanggal SK No270517A Agar ETTFITTXiIEENTETA