PERPRES NOMOR 90 TAHUN 2025

PERUBAHAN ATAS PERATURAN PRESIDEN NOMOR 140 TAHUN 2024 TENTANG ORGANISASI KEMENTERIAN NEGARA

Status: BERLAKU (IN FORCE)
Diundangkan: 2025-09-08
Total Pasal: 6 naskah terverifikasi
URN: urn:lex:id:gov:presiden:perpres:2025:90
Buka di Peramban Interaktif LexWondera → Bagikan ke WhatsApp

Batang Tubuh & Naskah Pasal Terverifikasi

PASAL I

Beberapa ketentuan dalam Peraturan 4O Tahun 2O24 tentang Organisasi Kementerian Negara (lrmbaran Negara Republik Indonesia Tahun 2024 Nomor 250) diubah sebagai berikut:

1. Ketentuan Pasal 2 diubah sehingga berbunyi sebagai berikut: Pasal 2 Kementerian Koordinator dan Kementerian terdiri atas:

1. Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan;

2. Kementerian Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan;

3. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian;

4. Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan;

5. Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan;

6. Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat;

7. Kementerian Koordinator Bidang Pangan;

8. Kementerian SekretariatNegara;

9. Kementerian Dalam Negeri;

10. Kementerian Luar Negeri; 1 1. Kementerian Pertahanan;

12. Kementerian Agama;

13. Kementerian Haji dan Umrah;

14. Kementerian Hukum;

15. Kementerian Hak Asasi Manusia;

16. Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan; 17.Kementerian A NEPUEUK INDONESIA _2_

17. Kementerian Keuangan;

18. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah;

19. Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi;

20. Kementerian Kebudayaan;

21. Kementerian Kesehatan;

22. Kementerian Sosial;

23. Kementerian Ketenagakerjaan;

24. Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia/Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia;

25. Kementerian Perindustrian;

26. Kementerian Perdagangan;

27. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral;

28. Kementerian Pekerjaan Umum;

29. Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman;

30. Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal; 3 1. Kementerian Transmigrasi;

32. Kementerian Perhubungan;

33. Kementerian Komunikasi dan Digital;

34. Kementerian Pertanian;

35. Kementerian Kehutanan;

36. Kementerian Kelautan dan Perikanan;

37. Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional;

38. Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional;

39. Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi; 4O. Kementerian Badan Usaha Milik Negara;

41. Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional;

42. Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup; 43.Kementerian SK No249749A NEPUEUK INDONESIA

43. Kementerian Investasi dan Hilirisasi/ Badan Koordinasi Penanaman Modal;

44. Kementerian Koperasi;

45. Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah;

46. Kementerian Pariwisata;

47. Kementerian Ekonomi Kreatif/ Badan Ekonomi Kreatif;

48. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak; dan

49. Kementerian Pemuda dan Olahraga.

2. Ketentuan ayat (3) dan ayat (a) Pasal 3 diubah sehingga berbunyi sebagai berikut: Pasal 3

(1) Kementerian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 angka 1 sampai dengan angka 7 merupakan Kementerian Koordinator.

(2) Kementerian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 angka 9 sampai dengan angka 11 merupakan Kementerian yang menangani urusan pemerintahan yang nomenklatur kementeriannya secara tegas disebutkan dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, yang selanjutnya dalam Peraturan .

(3) Kementerian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 angka 12 sampai dengan angka 37 merupakan Kementerian yang menangani urusan pemerintahan yang ruang lingkupnya disebutkan dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, yang selanjutnya dalam Peraturan .

(4) Kementerian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 angka 8 dan angka 38 sampai dengan angka 49 merupakan Kementerian yang menangani urusan pemerintahan dalam rangka penajaman, koordinasi, dan sinkronisasi program pemerintah, yang selanjutnya dalam Peraturan I. SK No249750A

3. Ketentuan REPUBUK INDONESIA 5-

3. Ketentuan ayat (3) Pasal 8 diubah sehingga berbunyi sebagai berikut: Pasal 8

(1) Susunan organisasi Kementerian Kelompok II terdiri atas:

a. unsur pemimpin;

b. unsur pembantu pemimpin;

c. unsur pelaksana;

d. unsur pengawas; dan

e. unsur pendukung.

(2) Kementerian Agama, Kementerian Hukum, dan Kementerian Keuangan selain memiliki unsur sebagaimana dimaksud pada ayat (1), juga memiliki unsur pelaksana tugas pokok di daerah.

(3) Selain Kementerian sebagaimana dimaksud pada ayat (21, Kementerian Haji dan Umrah, Kementerian Hak Asasi Manusia, dan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dapat memiliki unsur pelaksana tugas pokok di daerah sesuai dengan analisis organisasi dan beban kerja.

4. Ketentuan ayat (1) Pasal 94 diubah sehingga berbunyi sebagai berikut: Pasal 94

(1) Ketentuan mengenai struktur organisasi Kementerian Luar Negeri, Kementerian Pertahanan, Kementerian Agama, Kementerian Haji dan Umrah, Kementerian Hukum, Kementerian Hak Asasi Manusia, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, dan Kementerian Keuangan yang menyelenggarakan urusan pemerintahan absolut diatur dengan Peraturan .

(2) Ketentuan mengenai struktur organisasi Kementerian Sekretariat Negara diatur dengan Peraturan .

PASAL II

Naskah pasal.

PASAL 2

Kementerian Koordinator dan Kementerian terdiri atas:

1. Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan;

2. Kementerian Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan;

3. Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian;

4. Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan;

5. Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan;

6. Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat;

7. Kementerian Koordinator Bidang Pangan;

8. Kementerian SekretariatNegara;

9. Kementerian Dalam Negeri;

10. Kementerian Luar Negeri; 1 1. Kementerian Pertahanan;

12. Kementerian Agama;

13. Kementerian Haji dan Umrah;

14. Kementerian Hukum;

15. Kementerian Hak Asasi Manusia;

16. Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan; 17.Kementerian A NEPUEUK INDONESIA _2_

17. Kementerian Keuangan;

18. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah;

19. Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi;

20. Kementerian Kebudayaan;

21. Kementerian Kesehatan;

22. Kementerian Sosial;

23. Kementerian Ketenagakerjaan;

24. Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia/Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia;

25. Kementerian Perindustrian;

26. Kementerian Perdagangan;

27. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral;

28. Kementerian Pekerjaan Umum;

29. Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman;

30. Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal; 3 1. Kementerian Transmigrasi;

32. Kementerian Perhubungan;

33. Kementerian Komunikasi dan Digital;

34. Kementerian Pertanian;

35. Kementerian Kehutanan;

36. Kementerian Kelautan dan Perikanan;

37. Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional;

38. Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional;

39. Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi; 4O. Kementerian Badan Usaha Milik Negara;

41. Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional;

42. Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup; 43.Kementerian SK No249749A NEPUEUK INDONESIA

43. Kementerian Investasi dan Hilirisasi/ Badan Koordinasi Penanaman Modal;

44. Kementerian Koperasi;

45. Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah;

46. Kementerian Pariwisata;

47. Kementerian Ekonomi Kreatif/ Badan Ekonomi Kreatif;

48. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak; dan

49. Kementerian Pemuda dan Olahraga.

2. Ketentuan ayat (3) dan ayat (a) Pasal 3 diubah sehingga berbunyi sebagai berikut:

PASAL 3

(1) Kementerian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 angka 1 sampai dengan angka 7 merupakan Kementerian Koordinator.

(2) Kementerian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 angka 9 sampai dengan angka 11 merupakan Kementerian yang menangani urusan pemerintahan yang nomenklatur kementeriannya secara tegas disebutkan dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, yang selanjutnya dalam Peraturan .

(3) Kementerian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 angka 12 sampai dengan angka 37 merupakan Kementerian yang menangani urusan pemerintahan yang ruang lingkupnya disebutkan dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, yang selanjutnya dalam Peraturan .

(4) Kementerian sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 angka 8 dan angka 38 sampai dengan angka 49 merupakan Kementerian yang menangani urusan pemerintahan dalam rangka penajaman, koordinasi, dan sinkronisasi program pemerintah, yang selanjutnya dalam Peraturan I. SK No249750A

3. Ketentuan REPUBUK INDONESIA 5-

3. Ketentuan ayat (3) Pasal 8 diubah sehingga berbunyi sebagai berikut:

PASAL 8

(1) Susunan organisasi Kementerian Kelompok II terdiri
atas:
a. unsur pemimpin;
b. unsur pembantu pemimpin;
c. unsur pelaksana;
d. unsur pengawas; dan
e. unsur pendukung.
(2) Kementerian Agama, Kementerian Hukum, dan
Kementerian Keuangan selain memiliki unsur
sebagaimana dimaksud pada ayat (1), juga memiliki
unsur pelaksana tugas pokok di daerah.
(3) Selain Kementerian sebagaimana dimaksud pada
ayat (21, Kementerian Haji dan Umrah, Kementerian
Hak Asasi Manusia, dan Kementerian Imigrasi dan
Pemasyarakatan dapat memiliki unsur pelaksana
tugas pokok di daerah sesuai dengan analisis
organisasi dan beban kerja.
4. Ketentuan ayat (1) Pasal 94 diubah sehingga berbunyi
sebagai berikut:

PASAL 94

(1) Ketentuan mengenai struktur organisasi Kementerian Luar Negeri, Kementerian Pertahanan, Kementerian Agama, Kementerian Haji dan Umrah, Kementerian Hukum, Kementerian Hak Asasi Manusia, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, dan Kementerian Keuangan yang menyelenggarakan urusan pemerintahan absolut diatur dengan Peraturan .

(2) Ketentuan mengenai struktur organisasi Kementerian Sekretariat Negara diatur dengan Peraturan . Pasal II Peraturan dangkan. Agar SK No249751 A INDONESIA Agar setiap penempatannya Indonesia. orang mengetahuinya, memerintahkan Peraturan epublik